Senin, 14 Maret 2011

Ilmu Budaya Dasar BAB 5

Nama :: Sena lastiansah
Npm :: 16110443
Kelas :: 1Ka26


Manusia Dan Keindahan

Pendahuluan dari arti kata “Keindahan”

Sebenarnya sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Dengan bentuk itu keindahan dapat berkomunikasi. Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar Estetika”. Menurut asal katanya, dalam bahasa inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful” dalam bahasa perancis “beau”, sedang italia dan spanyol “bello” berasal dari kata latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir diperpendek sehingga ditulis “bellum”.
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainnya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebagainnya. Karena itu Keindahan dapat dikatakan bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapanpun dan siapa saja dapat menikmati keindahan. Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal. Keindahan itu sendiri dapat mempunyai beberapa pengertian dari Keindahan Luas sampai keindahan dalam arti sempit.

Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis juga tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah. Orang yunani dulu berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tapi bangsa yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symmetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan (misalnya pada karya pahat dan arsitektur) dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik).

PEMBAHASAN TENTANG KESERASIAN

Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai
benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran, dan
seimbang. Dalam pengertian perpaduan misalnya, orang berpakaian harus dipadukan warnanya bagian atas dengan bagian bawah. Atau disesuaikan dengan kulitnya. Apabila cara memadu itu kurang cocok, maka akan merusak pemandangan. Sebaliknya, bila serasi benar akan membuat orang puas karenannya. Atau orang yang berkulit hitam kurang pantas bila memakau baju warna hijau, karena warna itu justru menggelapkan kulitnya. Pertentangan menghasilkan keserasian. Misalnya dalam dunia musik, pada hakekatnya irama yang mengalun itu merupakan pertentangan suara tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lembut. Karena itu dalam keindahaan ini, sebagian ahli pikir menjelaskan bahwa keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualitas/ pokok tertentu yang terdapat pada sesuatu hal. Kualita yang paling sering disebut adalah kesatuan (entity). Keselarasan (harmony), kesetangkupan (symetry), keseimbangan (balance), dan keterbalikan (contrast). Selanjutnya dalam hal keindahan itu dikatakan tersusun dari berbagai keselarasan dan keterbalikan dari dalam hal keindahan itu dikatakan tersusun dari berbagai keselarasan dan keterbalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata – kata.

Keindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan, ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis melukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenarnya, justru tidak indah. Bila ada pemain drama yang berlebih – lebihan, misalnya marah dengan meluap – luap padahal masalahanya kecil, atau karena kehilangan sesuatru yang tidak berharga kemudian menangis meraung – raung, itu berarti tidak indah.
Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemorosotan moral, mengenai perubahan nilai – nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya.Tujuannya tentu saja dilihat dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi manusia secara kodrati.
Tujuan beberapa seniman menciptakan sebuah Keindahan :

1. Tata Nilai Yang Telah Usang

Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai – nilai kemanusiaan misalnya kawin paksa, pingitan, derajat wanita lebih rendah dari derajat laki – laki. Tata nilai semacam ini dipandang sebagai mengurangi nilai moral kehidupan masyarakat, sehingga dikatakan tidak indah.

2. Kemerosotan Zaman

Keadaan yang merendahkan derajat dan nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemorosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual. Kebutuhan seksual ini dipenuhinya tanpa menghiraukan ketentuan – ketentuan hukum agama, dan moral masyarakat. Yang demikian itu dikatakan tidak baik, yang tidak baik itu indah.

3. Keagungan Tuhan

Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian – kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahaan ciptaan Tuhan itu sendiri. Seindah – indah tiruan terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahaan ciptaan Tuhan itu sendiri. Kecantikan seorang wanita ciptaan Tuhan membuat kagum seniman Leonardo da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru ciptaan Tuhan dengan melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan monalisa sangat terkenal karena menarik dan tidak membosankan.

Ilmu Budaya Dasar BAB 4

Nama :: Sena lastiansah
Npm :: 16110443
Kelas :: 1KA26
Manusia dan Cinta Kasih dalam pandangan agama
Definisi dari Cinta Kasih

Pengertian cinta menurut Kamus Umum Bahasa Indoensia karay W.J.S Poerwadarminta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), atau (rasa) sangat kasih atau sangata tertarik hatinya. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau menuruh belah kasihan. Penggabungan cinta dan kasih atau cinta kasih mempunyai makna rasa kasih yang diperkuat dengan rasa cinta, perasaa suka/sayang yang disertai rasa belas kasihan. Cinta mempunyai peran yang penting dalam kehidupan, bisa dikatakan pula cinta adalah dasar dari kehidupan. Cinta menjadi dasar dari sebuah perkawinan, sebuah pembentukan keluarga, mejaga hubungan dalam kehidupan bermasyarakat dan hubungan manusiawi. Cinta juga menjadi pengikat hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Manusia dapat beribadah dengan khusuk, dapat menjalankan perintah Tuhannya dengan iklas adalah karena rasa cinta manusia terhadap Tuhan.

Hikmah apabila kita mempunyai rasa cinta :

1. Sesungguhnya cinta adalah ujian yang berat dalam kehidupan manusia, setiap cinta akan mengalami rintangan, dan bagaimana seseorang itu menjalani rintangan tersebut, apakah dengan cara yang terhormat dan mulai, ataukah dengan cara-cara yang jahat dan hina, semuanya dapat diketahui setelah ia mendapatkan rintangannya dan menjalaninya.

2. fenomena cinta yang melekat dalam jiwa manusia merupakan pendorong dan pembangkit dalam kehidupan lingkungan. Jika bukan karena cint, manusia tidak akan pernah bangkit untuk mewujudkan apa yang dicita-citakannya.
3. cinta menjadi faktor utama dalam kelanjutan kehidupan manusia
4. menjadi pengikat yang kuat dalam hubungan keluarga, kehidupan bermasyarakat, menjaga keamanan dan ketentraman, cinta menjadi benih dari segala bentuk kasih sayang.

Kasih Sayang

Didalam sebuah keluarga, ataupun bisa juga disebut di Dalam rumah tangga, kasih sayang merupakan kunci utama kebahagiaan. Setelah memasuki pernikahan, maka kehidupan bulan lagi sekedar sebuah cinta-cintaan, tepai saling mengasihi, saling kasih dan menyayangi. Kasih sayang adlaah dasar komunikasi dalam suatu keluarga, komunikasi anatara suami dan istri, komunikasi antara ayah dan anak, antara ibu dan anak, dan komunikasi antara anak-anak dengan orang tuanya. Adanya kasih sayang sangat mempengaruhi kehidupan anak dalam masyarakat.
Berbagai macam bentuk kasih sayang yang orang tua berikan terhadap anaknya:

1. Orang tua bersikap aktif, anak bersikap pasif, dalam hal ini orang tua mencurahkan kasih syaang sebanyak-banyak kepada sang anak, dan si anak menerima saja, tanpa memberikan respon. Hal ini menyebabkan anak menjadi penakut, kurang berani, minder dalam masyarakat sehingga anak tidak mampu mandiri dalam masyarakat.

2. Orang tua bersikap pasif, anak bersikap aktif, sang anak memberikan kasih sayang terhadap orang tuanya, sementara orang tua bersikap diam atas sikap anaknya, tidak memberikan perhatian terhadap apa yang telah sang anak berikan.

3. Orang tua bersikap pasif, anak bersikap pasif, disini antara anak dan orangtua tidak saling memberikan perhatian, masing-masing membawa caranya sendiri.

4. Orang tua aktif, anak aktif; dalam hal ini anatara anak dan orangtuas saling timbal balik dalam meberikan kasih sayang, sehingga hubungan antara orangtua dan anak saling mencintai, saling menghargai dan saling membutuhkan.

Terkadang orang tua itu bersikap overprotective ataupun rada-rada mengekang kita dengan tujuan mereka yang sayang dengan kita. Mereka ingin dan mau kita bersikap seperti yang mereka inginkan. Tugas kita disini janganlah menganggap “mereka” itu banyak mengatur dan cerewet, justru disitulah letak kasih saying sesungguhnya mereka terhadapmu. Mereka ingin kamu sukses ataupun jauh lebih dari sukses untuk keluarga dan orang sekitar anda. Maka sayangilah mereka yang telah merawatmu sedari kecil dan yang telah menyusui mu dari kecil sehingga kamu bersikap seperti layaknya seseorang yang bangga akan orang tuamu .

Cinta Menurut Agama

Dalam Agama Islam, kita mempelajari bagaimana cara mencintai Allah yang Maha Esa, Maha Agung dan Maha Bijaksana. Dalam hal ini kita akan membahas beberapa versi arti dari cinta.
Cinta diri, rasa ini berkaitan dengan rasa dorongan untuk menjaga dirinya. Ia mencintai segala yang mendatangkan kebaikan pada dirinya dan membneci segala sesuatu yang menghalanginya. Al Qur’an mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya ini, sebuah kecenderungan untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya sendiri, diantara adalah kecintaanya yang sangat terhadap harta, dan dapat mewujudkan segala keinginnannya untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup, yang tertulis pada Al Qur’an surat Al ‘Adiyat 100:8) Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya jangan berlebih-lebihan dan melewati batas, dan sepantasnya bila diimbangi dengan cinta pada orang lain dan berbuat kebajikan.
Cinta pada sesama manusia, agar kehidupan ini seimbang, serasi dan harmonis dengan manusia lainnya, maka manusia harus membatasi cinta terhadap dirinya sendiri dan rasa egoisnya dengan cara menyeimbngkan cinta dan kasih sayangnya pada orang-orang di sekitarnya, bekerja sama dan saling membantu. Al Qur’an menyerukan pada orang-orang yang beriman agar saling mencintai seperti cinta mereka pada diri mereka sendiri, yang sebenarnya mempunyai makna agar tidak berlebihan dalam mencintai diri sendiri.

Cinta seksual, rasa cinta ini berkaitan erat dengan rasa dorongan seksual. Merupakan cinta yang menjadi faktor utama dalam kehidupan berkeluarga sehingga dari keluarga ini terbentuk masyarakat dan negara. Cinta ini adalah merupakan emosi alamiah dalam diri manusia yang tidak dapat diingkari, di tentang dan ditekan, sehingga dalam agama diserukan untuk pengendalian dan penguasaan cinta ini yaitu dengan membentuk keluarga yang sah secara agama berupa sebuah pernikahan.

Cinta kebapakan, Para ilmu jiwa modern berpendapat dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan karena antara ayah dan anak tidak terjalin ikatan fisiologis seperti halnya hubungan anatar ibu dan anak pada saat ibu mengandung. Dorongan kebapakan lebih bersifat psikis, yang nampak dalam cinta ayah kepada anak-anaknya karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan, sumber kekuatan dan kebanggaan dan menjadi faktor yang penting dalamperan ayah dan kehidupannya. Biasanya cinta kebapakan nampak dalam perhatiannya, asuhan, nasehat dan pengarahan yang diberikan ayah kepada anak-anaknya untuk kebaikan dan kepentingan anak-anaknya tersebut.

Cinta pada Allah SWT, Cinta pada Allah SWT adalah puncak dari rasa cinta manusia yang paling bening, jernih dan dalam. Tidak hanya dalam shalat, doa nya saja, tetapi juga dalam segala tindakan dan tingkah lakunya. Semua tindakan, sikap dan tingkah laku ditujukan kepada Allah SWT dan mengharapkan penerimaan dan keridha-anNya seperti yang tercantuma dalam surat Ali Imran ayat 31 “katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikuti aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (QS Ali Imran 31) Cinta yang iklas manusia pada Allah SWT akan membuat kekuatan pendorong dalam kehidupan dan menundukan semua bentuk kecintaan yang lain.

Cinta kepada Rasul, Rasul adalah utusan Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta, cinta terhadap rasul adalah cinta manusia setelah cinta terhadap Allah SWT, hal ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral dan sifat-sifat luhur lainnya.

Ilmu Budaya Dasar BAB 3

Nama :: Sena lastiansah
Npm :: 16110443
Kelas :: 1Ka26

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR BAB 3

KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

IBD adalah salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dwngan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai – nilai budaya. Yang semulanya IBD berasal dari bahasa inggris The Humanities, yaitu istilah latin humanus, yang berati manusiawi, berbudaya, dan halus. Agar orang tersebut dapat mempelajarinya lebih dari itu. Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang akan lebiyh mudah tertarik, dan dengan cerita orang lebih mudah mengemukakan gagasan – gagasannya dalam bentuk yang tidak normative. Akan tetapi dalam bentuk musik misalnya, kata – kata penciptanya yang tertelan oleh melodinya. Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normatif, nilai-nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya. Hampir disetiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama, karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pemyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu sosial, manusia mempergunakan bahasa. Dengan demikian, manusia dan bahasa pada haketnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi. Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa, adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagian, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.


ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGANKAN DENGAN PROSA

Istilah prosa banyak pandanannya. Dalam bahasa Indonesia istilah prosa tadi sering kita terjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan menjadi bentuk serita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi, yaitu roman, atau novel, atau cerpen.
Contohnya prosa lama dan prosa baru yang kesusastraannya dari dalam Indonesia.
Prosa lama :
1. Fabel.
2. Legenda.
3. Cerita rakyat (fokslore).
4. Tambo.
5. Cerita pelipur lara.

Prosa baru :
1. Roman.
2. Riwayat.
3. Antologi.
4. Resensi.
5. Kritik.

Contoh Prosa ::



Cinta I (true love)

pada suara hati ini aku mendengar betapa aku amat sangat mencintaimu ..
entah apa , tapi ketika bait-bait hati tertulis , namamu menjadi akhir ..

bulan purnama malam
entah apa , tapi ketika bait-bait hati tertulis , namamu menjadi akhir ..

bulan purnama malam menyunggingkan senyuman atas diriku yang terbalut cinta ..
benarkah tuhan inginkan aku memulai semua kembali ?

percaya . bahwa ketika kau berjalan menjauh dari cinta , dia berhenti dan kecewa atas menjauhnya dirimu ?
percaya . bahwa betapa tersakitinya dirimu , cinta kan beri senyuman dimana kau sadar ia adalah cintamu ?
percaya . bahwa cinta sejati hanya satu , dan selamanya akan tetap satu ?


bilamana kau pilih jalan yang salah ..
tanpa peta , hati ini mengembalikanmu kembali atas takdir cinta ..

berapa puisi yang mengambarkan betapa indahnya cinta , hanya awal ..
tak peduli pedang tajam itu menusuk hati , cinta tetaplah cinta ..
tak peduli seribu kata mengatakan kau kan mati ditangan cinta , sekali lagi cinta tetaplah cinta ..

betapa polos semua itu ..
hanya perasaan dan rasa ..
antara 2 anak manusia yang saling menyukai ..


tapi bagaimana , ketika hati salah memilih jalan ..
jauhnya ..
jauhnya harus melangkah meninggalkan cinta ..
dan tersakiti ketika semua terlambat ..

dia ada , ketika tangis ini basahi hati ..
dia ada , ketika kau butuh sekalipun itu hanya sebatas bertanya "akankah aku bahagia?" ..
dia ada , saat kau bahagia walau tidak bersamanya ..
dia ada , ketika kau terjatuh karna pilihan cinta yang salah....


ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI

Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:

Figura bahasa, seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb.
Kata-kata yang ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
Kata-kata yang berjiwa, yaitu kata-kata yang sudah di beri suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
Kata-kata yang konotatif, yaitu kata-kata yang sudah di beri tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu. Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang di lukiskan, sehingga lebih menggugah hati.

Contoh Puisi ::
Ketulusan Hati

Sesuatu yang tak bisa diucapkan
jangan dipaksa untuk diucapkan
sesuatu yang tak bisa diucapkan
sebaiknya dimengerti saja

karena masih banyak makna yang bisa kita rangkai
lewat sebuah ketulusan hati
maka berdirilah disampingku
dan terangi setiap jalanku

Ilmu Budaya Dasar BAB 2

Nama :: Sena lastiansah
NPM :: 16110443
Kelas :: 1Ka26

Tugas iLmu Budaya Dasar Bab 2

Sub Pokok Bahasan : 2.1 Manusia
Mahasiswa dapat Menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun Manusia

Unsur-unsur yang membangun manusia :
a. jasad , Badan kasar manusia yang terlihat
b. hayat , Unsur dari Hidup
c. ruh , pimpinan Tuhan
d. nafas , kesadaran pada diri sendiri

Sub Pokok Bahasan : 2.2 Hakekat Manusia
>Mahasiswa dapat Menjelaskan hakekat manusia
Hakekat Manusia itu sendiri ada 4 :
1. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
2. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena dilengkapi dengan:
- akal
- kehendak
- perasaan

>Mahasiswa dapat membedakan manusia dengan makhluk lain
Kita ambil contoh misalnya masalah Kesempurnaan,
Kesempurnaanya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Perasaan dalam diri manusia ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui indera. Perasaan rodani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :

a. Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
b. Perasaaan estetis, perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
c. Perasaan etis, perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
d. Perasaan diri, perasaan yang berkenaan dengan harga diri.
e. Perasaan sosial, perasaan yang berkenaan dengan kelompuk dan masyarakat.
f. Perasaan religius, perasaan yang berkenaan dengan agama dan kepercayaan.


Sub Pokok Bahasan : 2.3 Kepribadian Bangsa Timur
Mahasiswa dapat Menjelaskan tentang kepribadian bangsa Timur
Mahasiswa dapat menunjukan bagan psiko-sosiogram manusia


Sub Pokok Bahasan : 2.4 Pengertian Kebudayaan
> Mahasiswa dapat mendefinisikan kebudayaan

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

> Mahasiswa dapat menyebutkan tokoh-tokoh kebudayaan

1. Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
2. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan social.
3. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar.
4. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.
5. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.
6. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
7. Francis Merill
• Pola-pola perilaku yang di hasilkan oleh interaksi social
• Semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi simbolis.
8. Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat. Pesan-pesan tentang kebudayaan yang di harapkan dapat di temukan di dalam media, pemerintahan, intitusi agama, sistem pendidikan dan semacam itu.
9. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.
10. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.
11. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
12. Sutan takdir alisyahbana,
Menyatakan bahwa kebudayaan adalah manifestas
dari cara berfikit, hal ini amat luas apa yang disebut kebudayaan sebab semualaku dan perbuatan tercakup didalamnya

13. A.L Krober dan C. Kluckhon,
Mengatakan bahwa kebudayaan adalahmanifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya

14. C.A Van Peurson,
Mengatakan bahwa dewasa ini kebudayaan diartikansebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam

Sub Pokok Bahasan : 2.5 Unsur-Unsur Kebudayaan
> Mahasiswa dapat menyebutkan 7 unsur kebudayaan universal

(1) sistem bahasa,
(2) sistem peralatan hidup dan teknologi,
(3) sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup,
(4) sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial,
(5) ilmu pengetahuan,
(6) kesenian,
(7) dan sistem kepercayaan atau agama.
> Mahasiswa dapat membedakan kebudayaan dalam dua bentuk wujud
Menurut J. J Honigmann (dalam Koenjtaraningrat, 2000) membedakan adanya tiga ‘gejala kebudayaan’ : yaitu : (1) ideas, (2) activities, dan (3) artifact, dan ini diperjelas oleh Koenjtaraningrat yang mengistilahkannya dengan tiga wujud kebudayaan :
1. Wujud kebudayaan sebagai suatu yang kompleks dari ide-ide, gagasan-gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat
3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.


Sub Pokok Bahasan : 2.6 Wujud Kebudayaan
> Mahasiswa dapat menyebutkan 3 wujud kebudayaan menurut dimensi wujudnya

1. Wujud Ide
Wujud tersebut menunjukann wujud ide dari kebudayaan, sifatnya abstrak, tak dapat diraba, dipegang ataupun difoto, dan tempatnya ada di alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan yang bersangkutan itu hidup.
Budaya ideal mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah kepada tindakan, kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat sebagai sopan santun. Kebudayaan ideal ini bisa juga disebut adat istiadat.
2. Wujud perilaku
Wujud tersebut dinamakan sistem sosial, karena menyangkut tindakan dan kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini bisa diobservasi, difoto dan didokumentasikan karena dalam sistem ssosial ini terdapat aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi dan berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya dalam masyarakat. Bersifat konkret dalam wujud perilaku dan bahasa.
3. Wujud Artefak
Wujud ini disebut juga kebudayaan fisik, dimana seluruhnya merupakan hasil fisik. Sifatnya paling konkret dan bisa diraba, dilihat dan didokumentasikan. Contohnya : candi, bangunan, baju, kain komputer dll.
Sub Pokok Bahasan : 2.7 Orientasi Nilai Budaya
> Mahasiswa dapat menggunakan 5 masalah pokok kehidupan manusia dalam sisitem nilai budaya

Masalah pertama, yang dihadapi manusia dalam semua masyarakat adalah bagaimana mereka memandang sesamanya, bagaimana mereka harus bekerja bersama dan bergaul dalam suatu kesatuan sosial. Hubungan antar manusia dalam suatu masyarakat tersebut dapat mempunyai beberapa orientasi nilai pokok, yaitu yang bersifat linealism, collateralism, dan indiviualism. Inti persoalannya adalah siapa yang harus mengambil keputusan.
• Masyarakat dengan orientasi nilai yang lineal orang akan berorientasi kepada seseorang untuk membuatkan keputusan bagi semua anggota kelompok.
• Masyarakat dengan orientasi nilai yang collateral, orientasi nilai akan berpusat pada kelompok. Kelompoklah yang mempunyai keputusan tertinggi.
• Masyarakat dengan orientasi individualism, semua keputusan dibuat oleh individu-individu. Individualisme menekankan hak tertinggi individu dalam mengambil keputusan-keputusan dalam memecahkan berbagai permasalahan kehidupan.
Masalah Kedua, Setiap manusia berhadapan dengan waktu. Setiap kebudayaan menentukan dimensi dimensi waktu yang dominan yang menjadi ciri khas kebudayaan tersebut. Secara teoritis ada tida dimensi waktu yang dominan yang menjadi orientasi nilai kebudayaan suatu masyarakat, yaitu yang berorientasi ke masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Dimensi waktu yang dominan akan menjiwai perilaku anggota-anggota suatu masyarakat yang sangat berpengaruh dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengejaran kemjuan.
Masalah Ketiga, Setiap manusia berhubungan dengan alam. Hubungan dapat berbentuk apakah alam menguasai manusia, atau hidup selaras dengan alam, atau manusia harus menguasai alam.
Masalah Keempat, Masalah yang mendasar yang dihadapi manusia adalah masalah kerja. Apakah orang berorientasi nilai kerja sebagai sesuatu untuk hidup saja, ataukah kerja untukmencari kedudukan, ataukah kerja untuk menghasilkan kerja yang lebih banyak.
Masalah Kelima, Masalah kepemilian kebudayaan. Alternatif pemilikan kebudayaan yang tersedia adalah suatu kontinum antara pemilikan kebudayaan yang berorientasi pada materialisme atau yang berorientasi pada spiritualisme. Ada kesan bahwa kebudayaan barat sangat berorientasi kepada materialisme sedang kebudayaan timur sangat berorientasi kepada spiritualisme.

Sub Pokok Bahasan : 2.8 Perubahan dan Kebuayaan
Mahasiswa dapat menyebutkan faktor – faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru.

1. Terbatasnya kontak masyarakat dengan kebudayaan dan orang-orang diluar masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama, dan ajaran ini terjalin erat dalam keseluruhan pranata yang ada, maka penerimaan unsur baru itu mengalami hambatan dan harus disensor berlandaskan ajaran agama yang berlaku.
3. Corak struktur social suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misal system otoriter akan sulit menerima kebudayaan baru.
4. Suatu unsure kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsure kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsure kebudayaan baru tersebut.
5. Jika unsur baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.

> Mahasiswa dapat menyebutkan penyebab terjadinya gerak/ perubahan kebudayaan
Terjadinya gerak/ perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
• Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
• Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain cenderung untuk berubah lebih cepat.
Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.
Proses akulturasi di dalam sejarah kebudayaan terjadi dalam masa-masa silam. Biasanya suatu masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat-masyarakat lainnya dan antara mereka terjadi hubungan-hubungan, mungkin dalam lapangan perdagangan, pemerintahan dan sebagainya. Pada saat itulah unsure-unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-besaran, dahulu kala, mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut.

Sub Pokok Bahasan : 2.9 Kaitan Manusia & Kebudayaan
Mahasiswa dapat menjelaskan hubungan antara manusia dan kebudayaan


Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai
1) penganut kebudayaan,
2) pembawa kebudayaan,
3) manipulator kebudayaan, dan
4) pencipta kebudayaan.

Disamping itu, kebudayaan manusia itu menciptakan suatu keindahan yang biasa kita sebut dengan suatu seni. Keindahan/seni dibutuhkan oleh setiap manusia agar kehidupan yang dijalaninya menjadi indah sentosa. Manusia dan keindahan/seni memang tak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya manjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik.

Sumber :
http://sosbud.kompasiana.com/2011/02/01/tokoh-seharusnya-sebagai-broker-kebudayaan/

Ilmu Budaya Dasar BAB 1

Nama : Sena Lastiansah
Npm : 16110443
Kelas : 1Ka26

Bab 1
IBD (Ilmu Budaya Dasar)


IBD sebagai salah satu MKDU
Menjelaskan pengertian MKDU
IB IBD adalah Ilmu budaya dasar yang merupakan ilmu yang membicarakan tentang nilai-nilai , tentang kebudayaan dan berbagai masalah yang dihadapi manusia dalam hidup sehari2 .Sehingga ,IBD menjadi salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa , karna merupakan mata kuliah yang menjadi kan pola pikir mahasiswa menjadi lebih terarah dalam menjalankan aktivitasnya .

Menyebutkan tujuan MKDU
Tujuan dari MKDU adalah mahasiswa mampu menjadi manusia yang lebih bijak dalam setiap langkah atau keputusan yang diambil dan menjadi mahasiswa yang berjiwa pancasila memiliki semangat dalam menuntut ilmu yang tinggi , serta berwawasan luas dan menjadi pribadi yng efektif bagi smua orang
Setelah mendapatkan mata kuliah ini mahasiswa diharapkan memeperlihatkan, minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi di sekitarnya dan di luar lingkungannya, menelaah apa yang dikerjakannya dan mengapa.
Kesadaran akan pola-pola nilai yagn dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari
IBD (Ilmu Budaya Dasar) adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang akan di kembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Inggris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahasa inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus).

Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain untuk dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
1. Mengusahakan kepekaan pada mahasiswa terhadap lingkungan budaya.
2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan .
3. Mengusahakan agar mahasiswa untuk sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara 4.menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain

Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-sehari. Hal ini perlu, karena dirasakan kekurangan pada sistem Pendidikan kita, baik pada tingkat menengah, maupun pada tingkat perguruan tinggi.
Dengan mendapatkan mata kuliah Ilmu Budaya Dasar mahasiswa diharapkan nantinya memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia pada umumnya dan menimbulkan minat mendalami lebih lanjut, agar dengan demikian mahasiswa diharapkan turut mendukung dan mengembangkan kebudayaannya sendiri dengan kreatif.
Salah satu sifat penting mata kuliah ini adalah bahwa mata kuliah ini bukan pelajaran sastra, bukan musik, bukan filsafat bukan sesuatu disiplin yang berdiri sendiri. Sesuai dengan namanya yaitu Ilmu Budaya Dasar, kuliah ini hanya memberikan dasar-dasar yang cukup kuat kepada mahasiswa untuk mencari hubungan antar segala segi kebudayaan dalam usaha yang terus menerus mencari kebenaran, keindahan, kebebasan dalam berbagai bentuk serta hubungannya dengan alam semesta, Tuhannya, masyarakatnya dan juga penemuan dirinya sendiri, pendeknya dalam mencari hidup yang dirasanya lebih bermakna.
Jadi secara singkat dapatlah dikatakan bahwa setelah mendapat mata kuliah ini mahasiswa diharapkan memperlihatkan:
1. Minat dan kebiasaan menyelidikan apa-apa yang terjadi di sekitarnya dan di luar lingkungannya, menelaah apa yang dikerjakannya sendiri
2. Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari.
3. Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri.
4. Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya sudah dapat diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai tersebut tidak dapat dibenarkan
Latar belakang diberikannya IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia juga sesuai dengan program pendidikan Perguruan Tinggi, dalam rangka menyempurnakan pembentukan sarjana:

1. Kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaan, yang biasanya tidak lepas dari ikatan primordial, kesukuan dan kedaerahan.
2. Proses pembangunan yang sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini ialah timbulnya konflik dalam kehidupan.
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konfik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi-segi negatif. Akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.
Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah Ilmu Budaya dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”.
Untuk mengetahui Ilmu Budaya Dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan.

Membedakan IBD dengan pengetahuan budaya dan Menyebutkan 3 kelompok besar dalam -ilmu dan pengetahuan

Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokan dalam tiga kelompok besar yaitu:

1. Ilmu-ilmu Alamiah (natural science)
Ilmu-ilmu alamiah bertuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukkan suatu kualitas hasil analisis itu kemudioan digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitiannya 100% benar dan 100%salah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.
2. Ilmu-ilmu Sosial (social science)
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi hasil penelitiannya tidak mungkin 100% benar, hanya mendekati kebenaran, Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antar manusia itu tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum,dsb.
3. Pengetahuan budaya (the humanities)
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik.kemudian diberi arti. Peritiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa-peristiwa dan kenyataan- kenyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisa-tulisan. Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.
Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :
1. Mengusahakan penajaman kepekan mahasiswa terhadap lingkungan, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkunagan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusian dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing,tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahann dan pengkotaan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas kedaerahan dan pengkotaan disiplin ilmu yang ketat.
4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, parav akademisi diharapkan akan lebih lancar dalam berkomunikasi.
Pokok bahasan yang akan dikembangkan dalam ibd adalah: - Manusia dan keadilan- Manusia dan pandangan hidup
- Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
- Manusia dan kegelisahan
- Manusia dan harapan

Opini :: IBD adalah mata kuliah softskill yang bertujuan agar mahasiswa dapat peka terhadap masalah -masalah sosial yang ada di lingkungan sekitar dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulangi permasalahan sosial yang ada . Dan dalam manfaat yang lain , ISD dapat menjadi suatu ilmu pengetahuan yang dapat menambah wawasan mahasisswa mengenai segala aspek kehidupan sosial . Sehingga mahasiswa mampu mengerti serta memahami aturan aturan beretika dan berperilaku di masyarakat secara baik dan benar.